Dari Susah Sinyal menuju Peluang Baru
Di Desa Jeruk Manis, Lombok Timur, jarak menuju peluang pernah terasa lebih jauh dari sekadar hitungan kilometer.
Ketika sinyal belum merata, warga tidak hanya kesulitan berkomunikasi. Pelaku usaha sulit memperluas pemasaran, akses informasi terbatas, dan ada warga yang harus menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk memasarkan hasil pertaniannya.
Setelah konektivitas membaik melalui Program Kampung Internet, yang berubah bukan hanya indikator sinyal di layar ponsel. Internet mulai dipakai untuk mencari informasi, mendukung usaha, memperluas pemasaran, dan membuka kemungkinan bekerja serta menghasilkan dari desa.
Cerita Jeruk Manis adalah satu potret dari pekerjaan konektivitas yang jauh lebih besar. Akses 4G kini menjangkau hampir seluruh penduduk, 5G mulai hadir di makin banyak permukiman, dan kecepatan internet terus membaik.
Sinyal tidak merata membuat warga sulit berjualan dan harus keluar desa.
Warga mulai belajar, berjualan, dan menghasilkan dari internet.
“Struktur geografis desa ini turun naik dan ada pegunungan sehingga memang yang menjadi kendala di sini adalah sinyal itu tidak merata.”
“Bisnis kami tidak bisa dijalankan dengan sebaik mungkin dan masih sulit menjangkau pelanggan.”
“Kita harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari sini untuk memasarkan hasil tani kami.”
“Dari internet, semua bisa dipelajari, seperti bahasa Inggris contohnya.”
“Sekarang sudah bisa menghasilkan dari internet.”
Ketika koneksi hadir, jarak antara seseorang dengan informasi, pekerjaan, pasar, dan orang lain mulai menjadi lebih pendek.