Rajut Kehidupan Digital Nusantara
Laporan dua tahun Komdigi · 20 Oktober 2024 – 20 Oktober 2026

Rajut Kehidupan Digital Nusantara

Apa yang berubah bagi warga dalam dua tahun?

14 kisah perubahan, dirajut dalam tiga benang: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Setiap kisah yang Anda baca akan mengisi satu helai kain.

Lihat peta kain
31.864 layanan publik terhubung
871.133 peserta pelatihan digital
5,15 juta konten negatif ditangani
Tentang Perjalanan Ini

Setiap helai membawa satu tujuan

Membuat masyarakat lebih terhubung, lebih berdaya untuk tumbuh, dan lebih terjaga di ruang digital.

“Seluruh kerja transformasi digital pada akhirnya harus kembali pada satu hal: membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih berdaya, dan lebih terlindungi.”
Meutya Viada HafidMenteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia

Transformasi digital tidak berhenti pada berapa banyak jaringan dibangun, layanan diluncurkan, atau sistem dikembangkan. Nilainya terlihat ketika perubahan mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Rajutan itu tidak selalu hadir dalam perubahan besar. Kadang ia terlihat dari hal sederhana: warga yang tidak lagi mencari sinyal ke tempat lain, guru yang memakai keterampilan digital di kelas, pengurus koperasi yang meninggalkan pencatatan manual, atau keluarga yang memperoleh lebih banyak perlindungan saat anak-anak berada di ruang digital.

Angka-angka dalam laporan ini tidak ditempatkan sebagai titik akhir, melainkan sebagai penanda sejauh mana sebuah proses telah bergerak.

Satu Rajutan, Tiga Langkah

Terhubung Lungsin, benang dasar

Benang-benang mulai dipertemukan: jaringan menjangkau lebih banyak wilayah, dan sistem pemerintah mulai saling berbicara.

Tumbuh Pakan, pembentuk motif

Konektivitas mulai menghasilkan layanan yang lebih baik, keterampilan baru, inovasi, usaha, dan peluang ekonomi.

Terjaga Simpul di tepi kain

Rajutan dijaga agar tidak mudah terurai: identitas terpercaya, anak terlindungi, platform bertanggung jawab.

Tiga langkah tersebut bukan perjalanan yang terpisah: koneksi membuka peluang, peluang menciptakan nilai, dan pelindungan memastikan nilai tersebut dapat terus tumbuh.

Alur Benang · Peta Kain

14 helai, satu rajutan yang terus berputar

Ikuti kisahnya dari Terhubung, lalu Tumbuh, lalu Terjaga, dan kembali lagi ke Terhubung. Setiap kisah yang Anda baca mengisi satu helai kain. Tanda ★ menunjukkan dukungan untuk Program Prioritas Presiden.

0 dari 14 helai sudah Anda rajut
Terhubung Lungsin, benang dasar

Internet dan data hadir di tempat yang paling dibutuhkan.

Tumbuh Pakan, pembentuk motif

Koneksi mulai dipakai untuk belajar, bekerja, dan berusaha.

Terjaga Simpul di tepi kain

Identitas, anak, dan keluarga dilindungi.

Dua Tahun dalam Angka

Penanda sejauh mana proses bergerak

Sembilan angka kunci dari tiga benang.

Terhubung
98,96% penduduk terjangkau 4G
31.864 lokasi layanan publik terhubung
211 kabupaten/kota punya layanan 112
Tumbuh
871.133 peserta pelatihan digital
17,7 juta transaksi data bantuan sosial
5,72 juta warga terjangkau literasi digital
Terjaga
28,02 juta pelanggan terdaftar biometrik
5,15 juta konten negatif ditangani
252 PLF (platform, layanan, dan fitur) menilai risiko bagi anak
Sumber dan catatan
Dua Tahun dalam Suara

Perubahan yang dirasakan warga

Cerita-cerita ini merekam perubahan yang dirasakan masyarakat: akses yang makin dekat, layanan yang makin mudah, peluang yang makin terbuka, dan ruang digital yang makin aman.

Catatan testimoni
Epilog

Rajutan yang terus bertumbuh

Yang penting bukan berapa banyak program berjalan, tetapi apa yang berubah ketika semuanya bergerak bersama.

Terhubung membuka peluang.

Tumbuh menciptakan nilai.

Terjaga membangun kepercayaan.

Dan kepercayaan membuat kita kembali semakin terhubung.

Ketika warga merasa ruang digital lebih aman dan dapat dipercaya, mereka semakin yakin untuk menggunakannya. Ketika semakin banyak orang memakai layanan digital, semakin banyak kebutuhan, data, peluang, dan ekosistem yang kembali perlu dihubungkan. Dari sanalah siklus berikutnya dimulai.

Dua tahun perjalanan ini bukan penanda bahwa pekerjaan telah selesai. Transformasi digital tidak mengenal garis akhir: ia terus bergerak mengikuti perubahan zaman, perkembangan teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Yang terus dirajut bukan hanya konektivitas, pertumbuhan, atau keamanan digital, melainkan kehidupan digital Indonesia yang semakin inklusif, produktif, dan tepercaya.

  1. Terhubung Benang penghubung dirajut
  2. Tumbuh Nilai tumbuh dari setiap titik
  3. Terjaga Motif pagar menyelimuti
  4. Kembali Terhubung Motif kembali menjadi kotak

Titik-titik Nusantara mulai terhubung. Internet, layanan, dan data menjangkau tempat yang dulu berjauhan.

Epilog

Rajutan yang belum selesai

Dua tahun ini membentangkan banyak helai. Tetapi kain ini masih jauh dari selesai.

Laporan ini mencatat apa yang sudah berubah. Dengan kejujuran yang sama, ia juga mencatat helai-helai yang belum sampai ke ujungnya: layanan yang belum merata, dampak yang belum terukur, dan ancaman yang terus berganti bentuk.

Terhubung Lungsin, benang dasar
Yang masih berjalan
Layanan darurat 112 211 dari 514 kab/kota
Jaringan kabel serat optik 5.861 dari 7.285 kecamatan

538 desa/kelurahan blankspot dan sinyal lemah wajib dilayani 4G oleh pemenang seleksi frekuensi; perlu dikawal hingga benar-benar menyala.

Tantangan ke depan
  • Wilayah yang tersisa justru paling sulit dijangkau: pegunungan, pulau kecil, dan perbatasan.
  • Kualitas dan kecepatan internet belum merata di luar kota-kota besar.
Tumbuh Pakan, pembentuk motif
Yang masih berjalan
★ Digitalisasi perlindungan sosial 153 dari 514 kab/kota
Talenta digital: target vs kebutuhan 9 juta vs 12 juta (2030)
Tantangan ke depan
  • Pelatihan belum tentu berujung pada pekerjaan; dampaknya pada penghasilan belum diukur menyeluruh.
  • Adopsi digital koperasi dan UMKM masih bertahap; banyak transaksi masih dicatat manual.
Terjaga Simpul di tepi kain
Yang masih berjalan

★ Penilaian risiko PP TUNAS: 94 penyelenggara sistem elektronik sudah menilai layanannya, ribuan lainnya masih menanti.

Dampak registrasi biometrik terhadap penurunan penipuan belum terukur.

Tantangan ke depan
  • ★ Judi online terus berpindah ke kanal dan platform baru.
  • ★ Nilai perputaran judi online turun, namun angkanya masih tinggi.
  • Konten berbahaya berbasis AI, termasuk manipulasi foto anak menjadi konten eksploitatif.

Yang belum selesai bukan tanda berhenti, melainkan arah kerja untuk putaran berikutnya.

Sumber dan catatan
Epilog

Pekerjaan kita belum selesai

Capaian dua tahun menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan digital yang terus berkembang.

Di seluruh dunia, perkembangan kecerdasan artifisial (AI) sedang menguji cara negara menjaga keamanan, kepercayaan, dan keberlanjutan pembangunan digital.

AI menguji keamanan dan kepercayaan [1]
1
Penipuan dan manipulasi

Suara dan wajah dapat dipalsukan melalui deepfake untuk menipu atau memeras.

2
Eksploitasi dan kejahatan

AI dapat disalahgunakan untuk eksploitasi seksual anak dan membantu serangan siber.

3
Kesalahan dan adaptasi

AI masih dapat keliru. Keterampilan perlu diperbarui, dan dampaknya pada pekerjaan belum pasti.

Ancaman berkembang, sementara manusia dan sistem perlu terus beradaptasi.

Di balik AI: listrik, emisi, dan air

Jejak lingkungan seluruh pusat data global, termasuk yang mendukung AI

Konsumsi listrik[2] 485 → 950 TWh

Estimasi 2025 menuju proyeksi 2030, sekitar 3% listrik dunia pada 2030.

Emisi[2] 350 juta ton CO2

Proyeksi 2035, sekitar dua kali lipat. Emisi terkait listrik pusat data, bukan total emisi seluruh siklus hidup AI.

Konsumsi air tahunan[3] 560 miliar → 1,2 triliun liter

Estimasi 2023 menuju proyeksi 2030 (skenario dasar IEA), untuk pendinginan di lokasi, pasokan energi, dan pembuatan chip. Contoh: satu fasilitas 100 MW di Amerika Serikat membutuhkan tambahan sekitar 2 juta liter air per hari.

Listrik, emisi, dan air perlu menjadi bagian dari perencanaan infrastruktur digital.

Pekerjaan belum selesai. Kemajuan harus terus diupayakan, dengan keselamatan warga dan keberlanjutan sebagai arah.

Bagi Indonesia, pekerjaan berikutnya mencakup
Pelindungan warga Kesiapan manusia menghadapi AI Pusat data yang sesuai daya dukung lingkungan
Sumber dan catatan

Rajutan ini akan terus bertumbuh. Yang sedang dirajut adalah kehidupan digital Indonesia.

Baca buku lengkap ↗
Dari Banyak Tangan, Satu Cerita

30 apresiasi, 2024–2026

Di balik Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga ada perencanaan, anggaran, SDM, pengawasan, layanan hukum, dan keterbukaan informasi yang membuatnya bekerja.

  • JDIH Komdigi, nilai sempurna 100 2026 · Layanan hukum digital
  • BKN Award 2025, Kementerian Terbaik III 2025 · Manajemen ASN
  • Pelayanan Prima 2025 · Kualitas layanan publik
  • Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi 2026 · Ombudsman RI
  • Wajar Tanpa Pengecualian 2024–2025 · BPK RI
Lihat daftar lengkap apresiasi
  1. Peringkat III Kementerian Terbaik Manajemen ASN, BKN Award 2025 Badan Kepegawaian Negara
  2. Juara 1 Badan Publik Terfavorit, Pameran KIP 2025 Komisi Informasi
  3. Gold Award, The Best Contact Center Public Services ICCA
  4. Predikat Pelayanan Prima, Kategori A Kementerian PANRB
  5. OPSI KIPP 2025, Menteri Komdigi Kementerian PANRB
  6. Nilai Terbaik Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kementerian PANRB
  7. Pemenang Ketiga Website Terbaik, Anugerah Media Humas 2025 Penyelenggara AMH
  8. Gold Award, The Best Digital Innovation ICCA
  9. OPSI, Digitalent Mobile Kementerian PANRB
  10. Badan Publik Informatif, Anugerah KIP 2025 Komisi Informasi Pusat
  11. Nilai IKPA Tertinggi 100 dari 303 Satker Kementerian Keuangan
  12. WSIS Prizes 2025, Champion kategori Media ITU
  13. WSIS Prizes 2025, Winner kategori Cultural Diversity and Identity ITU
  14. Outstanding Leadership and Dedication in Digital Transformation CNN
  15. Excellent Minister for Digital Communication Trans Corporation
  16. Top Inovasi Penyediaan Lapangan Kerja Kementerian PANRB
  17. Opini WTP atas Laporan Keuangan 2024 BPK RI
Disclaimer

Sumber, catatan, dan ketentuan

Halaman ini menghimpun seluruh sumber data, catatan grafik, dan ketentuan penggunaan microsite Rajut Kehidupan Digital Nusantara.

Ketentuan umum

Batas waktu data. Data dalam microsite ini bersumber dari matriks capaian program Transformasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital dengan batas waktu 11 September 2026, kecuali disebutkan lain. Angka dapat berubah seiring pemutakhiran data. Versi resmi dan terlengkap tersedia dalam buku Rajut Kehidupan Digital Nusantara.

Data lembaga lain. Data dari lembaga lain, termasuk proyeksi, dikutip sesuai sumbernya dan bukan merupakan data Kementerian Komunikasi dan Digital.

Testimoni. Testimoni merupakan pengalaman pribadi narasumber dan ditampilkan atas persetujuan mereka. Identitas sebagian narasumber disamarkan untuk melindungi privasi.

Konten pihak ketiga. Video dan liputan yang ditautkan berada di platform pihak ketiga yang memiliki kebijakan privasinya sendiri dan dapat memasang cookie setelah diputar. Ketersediaan konten tersebut berada di luar kendali Kementerian Komunikasi dan Digital.

Penggunaan konten. Foto, video, dan isi microsite ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan komersial tanpa izin. Pengutipan untuk keperluan nonkomersial dipersilakan dengan menyebut sumber.

Penyimpanan di perangkat. Microsite ini hanya menyimpan preferensi tampilan, musik, dan progres baca di perangkat Anda, tanpa data pribadi.

Dua Tahun dalam Angka

Data per 11 September 2026 dari matriks capaian program Transformasi Digital Komdigi, kecuali disebutkan lain. Angka dapat diperbarui sesuai pemutakhiran data.

Testimoni

Testimoni merupakan pengalaman pribadi narasumber dan ditampilkan atas persetujuan mereka. Identitas sebagian narasumber disamarkan untuk melindungi privasi.

Catatan grafik dalam kisah

Dari Susah Sinyal menuju Peluang BaruGrafik: Kecepatan internet (Mbps), 2025 ke 2026

Seluler diukur di 36 ibu kota provinsi, internet rumah di 20 kota.

Buka kisahnya →
Agar Warga Tak Lagi Jadi Kurir DataGrafik: Komposisi tenant dalam ekosistem PDN

Total 490 tenant dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Buka kisahnya →
Yang Habis Bukan Hanya HartaGrafik: Perputaran dana judi online yang dicatat PPATK (Rp triliun)

Turun sekitar Rp73 triliun, di tengah intervensi berbagai lembaga, sehingga tidak dapat diatribusikan pada satu program.

Buka kisahnya →
Anak Tidak Bisa Menunggu Sampai Risiko TerjadiGrafik: Dari penilaian menjadi penetapan

18 lainnya masih dalam proses penetapan, hingga 6 September 2026.

Buka kisahnya →

Epilog

★ Terkait Program Prioritas Presiden. Data capaian per 11 September 2026; kebutuhan talenta digital dari pernyataan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.

Sumber: [1] International AI Safety Report 2026, bagian 1.2, 2.1.1, 2.1.3, dan 2.3.1. [2] IEA, Key Questions on Energy and AI (2026), Executive summary. [3] IEA, Energy and AI (2025), Box 5.4, hlm. 242–244. Angka global mencakup seluruh pusat data, bukan AI saja. Proyeksi bukan realisasi. MW = daya; TWh = energi listrik. Contoh air 100 MW mencakup penggunaan langsung dan tidak langsung.

Proyeksi merupakan skenario lembaga sumber, bukan realisasi, dan mencakup seluruh pusat data global. Data lembaga lain bukan merupakan data Kementerian Komunikasi dan Digital.

Video dan liputan pihak ketiga

Liputan lengkap berada di situs media pihak ketiga yang memiliki kebijakan privasinya sendiri. Ringkasan disusun dari laporan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Video diputar dari platform pihak ketiga yang dapat memasang cookie. Testimoni merupakan pengalaman pribadi narasumber.

← Kembali ke microsite